Mediasi bukan sekadar pertemuan informal. Ia memerlukan persiapan posisi hukum, pengelolaan ekspektasi klien, dan rancangan opsi penyelesaian yang realistis. Tanpa persiapan, mediasi hanya menjadi forum diskusi yang tidak menghasilkan kesepakatan.
Strategi yang baik dimulai dari pemetaan kepentingan. Pihak yang bernegosiasi sering kali tidak berada pada posisi yang saling menolak total; ada titik temu yang dapat dibangun melalui penyesuaian waktu, skema pembayaran, atau bentuk kompensasi.
Keberhasilan mediasi biasanya ditentukan oleh kejelasan data, kesiapan proposal, dan kemampuan membaca batas kompromi. Firma yang berpengalaman akan membantu klien memilih kapan harus bertahan dan kapan harus fleksibel.



